SAYANGILAH BINATANG SEPERTI RASULULLAH



Teladan  Nabi besar MUHAMMAD SAW yang menyayangi binatang



 















Dalam
perjalanan, ketika melewati padang rumput yang hijau, beliau akan
berhenti dan membbiarkan binatang - binatang itu merumput. Suatau hari,
Rasulullah SAW melihat seekor unta yang sangat kurus, mata beliau
langsung berkaca - kaca, dan beliau berkata, " Takutlah kepada Allah
untuk binatang ini, mereka memang punya mulut,tapi tidak bisa
berbicara".


Suatu
hari, beliau melihat Aisyah ( Istri Rasulullah ) memperlakukan untanya
dengan kasar karena ia tidak bisa mengendalikannya, Rasulullah melihat
dan menghentikannya dan berkata, " Aisyah, perlakukanlah binatang ini
dengan lembut karena kelembutan yang menyebar akan membuat segala
sesuatau menjadi  indah, apa saja yang tidak melibatkan kelembutan akan
menjadi buruk.


Kenapa Rasulullah bersikap lembut dan sayang kepada binatang ?, Jawaban
Rasulullah ketika para sahabat menayakan hal tersebut diatas, "Selalu
ada pahala bagi setiap perbuatan baik yang kalian lakukan terhadap
makhluk hidup."





Riwayat Beberapa Sahabat tentang Kasih Sayang terhadap
Binatang










1. Dari Al-Musayyab bin Dar, menceritakan:


“Saya melihat Umar bin Khattab
memukul seorang tukang onta sambil berkata: “Mengapa engaku membebani ontamu
dengan beban yang tidak sanggup dipikulnya?”






Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu
Sa’ad di dalam Ath-Thabaqat (8/127), dengan sanad yang shahih hingga
sampai Al-Musayyab bin Dar. Tetapi saya tidak mengenal
Al-Musayyab ini.









Jelas pula bagi saya
bahwa nama ayahnya yang sebenarnya adalah ‘Darim’,
sebagaimana sanad yang dipakai oleh Abi Al-Hasan Al-Akhmimi di dalam kitab
haditsnya (nomor: 62/2). Sanad seperti ini pula yang dipakai
oleh Ibnu Abi Hatim di dalam Al-Jarh Wat-Ta’dil (4/1/294).
Abu
Hatim menuturkan: “Ia meninggal pada tahun 68 H.” Dan Abi
Hatim tidak menyebutkan jarh atau ta’dil untuknya sedikipun.

Sedangkan Ibnu Hibban menyebutkannya di dalam kitabnya At-Tsiqqat
(1/227) dan menyebutnya dengan nama panggilan (kuniah)
Abu Shaleh.






2.
Dari Ashim bin Ubaidillah bin Ashim bin Umar bin Khatab yang menuturkan sebuah
riwayat hadits:


“Bahwasanya ada seorang laki-laki yang mengasah alat
sembelihn
ya dengan gagang pedangnya yang mengkilap, sambil
berkata: “Apakah engkau akan menyiksa mahluk yang bernyawa? Mengapa
engkau tidak mengasahnya sebelum memegang binatang ini?”






Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi (9/280-281).







3. Dari Muhammad bin Sirin:













اِنَّ عُمَرَرَضِىَ اﷲُ عَنْهُ
رَاٰى رَجُلٌ يَجُرُّ شَاةً لِيَذْبَحَهَا فَضَرَبَهُ بِادُّرَّةِ وَقَالَ :
سُقْهَا – لاَاُمَّ لَكَ – اِلَى اْلمَوْتِ سَوْقًا جَمِيْلاً .






         






“Bahwasanya Umar bin Khattab ra. melihat seorang laki-laki menyeret seekor kambing yang akan
disembelihnya. Kemudian beliau memukulnya dengan gagang pedangnya, kemudian
berkata: “Giringlah, -celaka engaku- untuk menyongsong kematiannya dengan cara yang baik.”








Hadits ini juga
diriwayatkan oleh Al-Baihaqi.













4. Dari Wahab bin Kisan, ia
menyebutkan:










  اِنَّ ابْنَ عُمَرَرَاٰى رَاعِىْ غَنَمٍ
فِىْ مَكَانٍ قَبِيْحٍ ، وَقَدْرَاٰى ابْنُ عُمَرَ مَكَانًا اَمْثَلَمِنْهُ
، فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ : وَيْحَكَ يَا رَاعِى حَوِّلْهَا ، فَاِنِّى سَمِعْتُ
النَّبِىَّ صَلَّى اﷲُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : كُلُّ رَاعٍ
مَسْءُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِه











“Bahwasanya
Ibnu Umar melihat seorang penggembala kambing di tempat yang menjijikkan.
Padahal beliau
melihat tempat yang lebih layaنk.
Oleh
karena itu beliau marah: “Celaka kamu, wahai penggembala kambing. Pindahkan
kambingmu itu, sebab saya pernah mendengar Rasulullah
e bersabda: “Setiap penggembala
(pemimpin) akan dimintai pertanggung-jawabannya.”





Semoga  tulisan ini memberikan pencerahan kepada kita semua bahwa semua makhluk di alam ini diciptakan bukan hanya untuk dinikmati.(Tarto s)






              2. ( uswah hasanah - Tabloit NURANI edisi 776 th XIV )








Komentar

Postingan Populer