DEBILITAS PENGISI SUARA IKLAN DI INDONESIA ( CJ Sabrina )
Oleh: CJ Sabrina
Menurut hasil riset dan korpus data yang terkumpulkan sejak tahun 1999,
telah ditemukan cukup banyak kelemahan dari para pelaku Pengisi Suara
Iklan. Untuk itu maka perlu upaya memperbaiki diri, dan melakukan
revisibilitas terhadap beberapa kasus berikut;
01. Sering terjadinya miss casting, sehingga Klien harus mengeluarkan doble budget untuk membayar VO Talent selanjutnya.
02. Kurang optimalnya hasil eksekusi. (Ingat! VO untuk keperluan
Commercial bukan dijamin oleh SUARA yang hanya BAGUS, melainkan SUARA
yang memiliki kemampuan AIR PERSONALITY).
03. Keterbatasan
kemampuan dalam penyebutan atau pengucapan bahasa asing, atau bahasa
daerah yang digunakan sebagai materi bahasa dalam kreatif sebuah iklan.
04. Keterbatasan kemampuan dalam penyampaian intonasi yang menarik,
atau pada saat dibutuhkannya smiling voice yang tepat. (Mohon maaf,
apakah selama ini Anda tidak memperhatikan banyaknya intonasi yang
patah-patah, atau smiling voice yang berkesan (di buat-buat).
05. Keterbatasan kemampuan olah vokal, artikulasi, gimmick, bahkan
penguasaan microphone. Itulah sebabnya mengapa saat ini banyak
pihak-pihak yang menggunakan jasa suara dari teman-teman Penyiar
Radio/Professional Broadcaster Method. Hal itu disebabkan karena orang
radio memiliki kemampuan melakukan adlib serta terlatih membetuk
kerangka theater of mind untuk pendengarnya yang beragam.
Keterbatasan kemampuan “menerjemahkan” script yang semestinya
bervariasi, namun kebanyakan VO Talent hanya berpatokan kepada style
dirinya yang sama dari satu iklan ke iklan lainnya. (Apakah seperti itu
pengertian sebuah Positioning?)
07. Ketidaksabaran atau bahkan cepat puas terhadap hasil eksekusi, sehingga sepertinya berkesan hanya sebatas bayar hutang.
08. Sulitnya mencari VO Talent seperti yang diharapkan, sehingga
pilihan pun kembali kepada Talent yang itu-itu lagi. (Meskipun VO Talent
tesebut sebenarnya tidak menguasai point 02 s/d 07).
09. Kurang adanya penghargaan antara satu pihak dengan pihak lainnya.
10. Kurang begitu jelasnya aturan main dari berbagai pihak. Dan lain-lain.

Komentar
Posting Komentar